Artikel Bahasa Indonesia
Kelompok =
Beatrice A., Gabrielle A., Iren / XII MIPA
Tema
= Sosial
China
merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia yang disusul oleh
India pada urutan ke dua. Dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 1,4
miliar orang (sumber: Wikipedia), tentu tidak akan heran apabila negara tirai
bambu ini dapat menyaingi Amerika Serikat dalam hal teknologi. Salah satu
manfaat dari teknologi tersebut digunakan oleh pemerintah China untuk memantau
warga mereka selama 24 jam melalui kamera pengintai yang tersebar di seluruh
China. Sistem ini dinamakan Sistem Sosial Kredit.
Latar
belakang dibuatnya sistem ini ialah ketika banyaknya masyarakat China yang
sering berhutang dan tidak membayarnya. Akibatnya muncullah istilah Lao Lai.
Istilah ini digunakan kepada orang-orang yang tidak mau atau tidak bisa membayar hutang. Lama kelamaan, Lao
Lai di masyarakat China mulai bertambah banyak dan nantikan akan
membahayakan perekonomian negara tersebut. Oleh karena itu, pemerintah setempat
mencetuskan sistem sosial kredit di China pada tahun 2014 dan akan berlaku
secara efisien pada tahun 2020 seterusnya.
Setelah
dicetuskan, pemerintah langsung sigap dalam melaksanakan sistem ini. Hingga
lama kelamaan, jumlah kamera pengawas yang tersebar di seluruh sudut China
berjumlah 200 juta. Kamera pengawas ini menerapkan sistem kecerdasan buatan
yang bisa mendeteksi wajah masyarakatnya satu per satu. Tidak hanya mendeteksi
wajah, data dari masyarakat seperti nama pribadi, tempat tanggal lahir,
pekerjaan, alamat rumah dan riwayat kriminal dapat dengan mudah dibaca dengan
adanya kamera pengawas ini.
Sebab
itu, pemerintah dapat dengan mudahnya menilai dan menerapkan kredit bagi
masyarakatnya. Penilaian tersebut dilihat dari riwayat pekerjaan, laporan
keuangan, riwayat kriminal, jumlah tabungan, perilaku dalam masyarakat serta
riwayat dalam berinternet. Semua hal tersebut dapat dilihat oleh pemerintah
China untuk menilai masyarakat mereka satu per satu. Dan apabila seseorang
kedapatan berbuat buruk, maka akan ada hukuman yang harus ia terima.
Masyarakat
dengan kredit rendah mendapatkan hukuman seperti dilarang membeli properti
seperti rumah, tidak diizinkan untuk menaiki kereta cepat dan pesawat, pilihan
pekerjaan akan dibatasi, tidak diizinkan memelihara hewan peliharaan, tidak
diizinkan untuk pergi ke tempat wisata, hingga kecepatan internet akan dikurangi.
Tidak hanya sampai disitu, apabila orang tua memiliki kredit rendah, anak-anak
mereka akan kesulitan untuk mendapatkan akses bersekolah. Nama-nama dari orang
dengan kredit rendah ini juga akan di publikasikan di tempat-tempat umum
sebagai sanksi sosial.
Namun,
masyarakat dengan kredit tinggi tentunya akan mendapatkan imbalan yang setimpal
seperti dibantu oleh pemerintah di segala aspek kehidupan contohnya mendapatkan
diskon besar untuk tagihan air dan listrik, dipermudah dalam membuat SIM (Surat
Izin Mengemudi), dipermudah dalam mencari pekerjaan, hingga akan dicarikan
pasangan hidup kepada mereka yang membutuhkan dan memiliki kredit tinggi.
Pada
dasarnya, banyak opini publik yang mewarnai sistem kredit ini. Menurut beberapa
orang, sistem ini bisa melanggar hak dan privasi manusia. Bagaimana tidak,
masyarakat China harus dipantau 24 jam tanpa henti sedangkan orang yang
memiliki kredit rendah akan dipermalukan di depan publik. Contoh nyatanya ialah
Xu Xiaodong. Ia adalah seniman bela diri yang mempelajari MMA (Mixed Martial
Arts). Hal yang ia lakukan adalah menguak kebohongan yang dilakukan oleh para
petinggi Tai Chi di China. Tai Chi merupakan olahraga seni bela diri dari China
dan sangat dijaga oleh pemerintahannya. Pemerintah China meyakini bahwa Xu
Xiadong ingin menghancurkan olahraga khas dari negri Tiongkok ini. Sebab itu
kredit skor yang dimiliki Xu Xiadong terus menerus diturunkan oleh pemerintahan
yang menyebabkan ia menjadi jatuh miskin.
Di
sisi lain, menurut Brant Cumming, seorang koresponden ABC di China, ia
mengatakan bahwa sistem ini wajar diterapkan untuk negara yang memiliki
penduduk sebesar China. Karena pada dasarnya, masyarakat China tidak terlalu
menjunjung tinggi privasi mereka seperti di negara bagian barat. Bagi mereka
yang terpenting adalah kepentingan bersama. Maka dari itu, bagi beberapa
masyarakat China, sistem sosial kredit ini sangat diterima oleh mereka dan
meyakini bahwa sistem ini akan membuat hidup mereka menjadi lebih aman, damai,
dan tentram,
Sumber
: Wikipedia dan Youtube