Selasa, 01 Februari 2022

Mengulas Sistem Kediktatoran Digital yang diterapkan China

Artikel Bahasa Indonesia

Kelompok = Beatrice A., Gabrielle A., Iren / XII MIPA

Tema = Sosial



China merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia yang disusul oleh India pada urutan ke dua. Dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 1,4 miliar orang (sumber: Wikipedia), tentu tidak akan heran apabila negara tirai bambu ini dapat menyaingi Amerika Serikat dalam hal teknologi. Salah satu manfaat dari teknologi tersebut digunakan oleh pemerintah China untuk memantau warga mereka selama 24 jam melalui kamera pengintai yang tersebar di seluruh China. Sistem ini dinamakan Sistem Sosial Kredit.

Latar belakang dibuatnya sistem ini ialah ketika banyaknya masyarakat China yang sering berhutang dan tidak membayarnya. Akibatnya muncullah istilah Lao Lai. Istilah ini digunakan kepada orang-orang yang tidak mau atau tidak  bisa membayar hutang. Lama kelamaan, Lao Lai di masyarakat China mulai bertambah banyak dan nantikan akan membahayakan perekonomian negara tersebut. Oleh karena itu, pemerintah setempat mencetuskan sistem sosial kredit di China pada tahun 2014 dan akan berlaku secara efisien pada tahun 2020 seterusnya.

Setelah dicetuskan, pemerintah langsung sigap dalam melaksanakan sistem ini. Hingga lama kelamaan, jumlah kamera pengawas yang tersebar di seluruh sudut China berjumlah 200 juta. Kamera pengawas ini menerapkan sistem kecerdasan buatan yang bisa mendeteksi wajah masyarakatnya satu per satu. Tidak hanya mendeteksi wajah, data dari masyarakat seperti nama pribadi, tempat tanggal lahir, pekerjaan, alamat rumah dan riwayat kriminal dapat dengan mudah dibaca dengan adanya kamera pengawas ini.

Sebab itu, pemerintah dapat dengan mudahnya menilai dan menerapkan kredit bagi masyarakatnya. Penilaian tersebut dilihat dari riwayat pekerjaan, laporan keuangan, riwayat kriminal, jumlah tabungan, perilaku dalam masyarakat serta riwayat dalam berinternet. Semua hal tersebut dapat dilihat oleh pemerintah China untuk menilai masyarakat mereka satu per satu. Dan apabila seseorang kedapatan berbuat buruk, maka akan ada hukuman yang harus ia terima.

Masyarakat dengan kredit rendah mendapatkan hukuman seperti dilarang membeli properti seperti rumah, tidak diizinkan untuk menaiki kereta cepat dan pesawat, pilihan pekerjaan akan dibatasi, tidak diizinkan memelihara hewan peliharaan, tidak diizinkan untuk pergi ke tempat wisata, hingga kecepatan internet akan dikurangi. Tidak hanya sampai disitu, apabila orang tua memiliki kredit rendah, anak-anak mereka akan kesulitan untuk mendapatkan akses bersekolah. Nama-nama dari orang dengan kredit rendah ini juga akan di publikasikan di tempat-tempat umum sebagai sanksi sosial.

Namun, masyarakat dengan kredit tinggi tentunya akan mendapatkan imbalan yang setimpal seperti dibantu oleh pemerintah di segala aspek kehidupan contohnya mendapatkan diskon besar untuk tagihan air dan listrik, dipermudah dalam membuat SIM (Surat Izin Mengemudi), dipermudah dalam mencari pekerjaan, hingga akan dicarikan pasangan hidup kepada mereka yang membutuhkan dan memiliki kredit tinggi.

Pada dasarnya, banyak opini publik yang mewarnai sistem kredit ini. Menurut beberapa orang, sistem ini bisa melanggar hak dan privasi manusia. Bagaimana tidak, masyarakat China harus dipantau 24 jam tanpa henti sedangkan orang yang memiliki kredit rendah akan dipermalukan di depan publik. Contoh nyatanya ialah Xu Xiaodong. Ia adalah seniman bela diri yang mempelajari MMA (Mixed Martial Arts). Hal yang ia lakukan adalah menguak kebohongan yang dilakukan oleh para petinggi Tai Chi di China. Tai Chi merupakan olahraga seni bela diri dari China dan sangat dijaga oleh pemerintahannya. Pemerintah China meyakini bahwa Xu Xiadong ingin menghancurkan olahraga khas dari negri Tiongkok ini. Sebab itu kredit skor yang dimiliki Xu Xiadong terus menerus diturunkan oleh pemerintahan yang menyebabkan ia menjadi jatuh miskin.

Di sisi lain, menurut Brant Cumming, seorang koresponden ABC di China, ia mengatakan bahwa sistem ini wajar diterapkan untuk negara yang memiliki penduduk sebesar China. Karena pada dasarnya, masyarakat China tidak terlalu menjunjung tinggi privasi mereka seperti di negara bagian barat. Bagi mereka yang terpenting adalah kepentingan bersama. Maka dari itu, bagi beberapa masyarakat China, sistem sosial kredit ini sangat diterima oleh mereka dan meyakini bahwa sistem ini akan membuat hidup mereka menjadi lebih aman, damai, dan tentram,

 

Sumber : Wikipedia dan Youtube

 

Gabrielle A Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang